Posts tagged ‘budi suci’

February 22, 2013

Ayat Kursi

Ayat kursi merupakan ayat yang paling agung di dalam al-Qur’an karena memuat makna-makna tauhid dan QudratNya, pengagungan serta keluasan sifat-sifat Allah Ta’ala. Ia bersifat kekal, sempurna, mulai dari mendengar, melihat, berkuasa, berkehendak dan sifat-sifat Dzatiyyah lainnya. terus menerus mengurusi segala sesuatu, Maha Selalu mengurusi, Yang berdiri sendiri, tidak membutuhkan para makhluk, tidak tidur, pemberi syafâ’ah, maha kuasam, tidak memberatkan, membebankan dan menyusahkan-Nyya dalam menjaga/memelihara lelangit dan bumi, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Besar. 

NASKAH AYAT

ª!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ÓyÕø9$# ãPq•‹s)ø9$# 4 Ÿw ¼çnä‹è{ù’s? ×puZř Ÿwur ×PöqtR 4 ¼çm©9 $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur ’Îû ÇÚö‘F{$# 3 `tB #sŒ “Ï%©!$# ßìxÿô±o„ ÿ¼çny‰YÏ㠞wÎ) ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ 4 ãNn=÷ètƒ $tB šú÷üt/ óOÎgƒÏ‰÷ƒr& $tBur öNßgxÿù=yz ( Ÿwur tbqä܊Åsム&äóÓy´Î/ ô`ÏiB ÿ¾ÏmÏJù=Ï㠞wÎ) $yJÎ/ uä!$x© 4 yìřur çm•‹Å™öä. ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur ( Ÿwur ¼çnߊqä«tƒ $uKßgÝàøÿÏm 4 uqèdur ’Í?yèø9$# ÞOŠÏàyèø9$# ÇËÎÎÈ  

 “Allah tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.s.,al-Baqarah:255) 

Ayat kursi ini merupakan ayat yang paling agung di dalam al-Qur’an karena memuat makna-makna tauhid (tidak ada tuhan selain Dia), pengagungan (pemilik apa yang di langit dam di bumi, pemberi idzin, pemberi syafaat, maha mengetahui, Kursi Allah meliputi langit dan bumi, maha kuat, maha tinggi, maha besar), serta keluasan sifat-sifat Allah Ta’ala (hidup kekal, terus-menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk, tidak tidur).

Dianjurkan membaca ayat Kursi seusai setiap shalat fardlu, ketika akan tidur dan dibaca di dalam rumah untuk mengusir syaithan, dan menjadikan sebagai wirid bagi seseorang agar dia bisa membacanya baik pada waktu pagi atau petang, saat tidu.[1] 

 Ayat agung yang memuat makna-makna paling agung yang mengisi hati dengan rasa takut kepada Allah, terhadap kemuliaan dan kesempurnaan-Nya ini memang berhak untuk menjadi ayat al-Qur’an yang paling agung dan berhak pula mengisi hati pembacanya dengan keyakinan dan keimanan serta mendapatkan pemeliharaan Allah dari syaithan manakala diiringi dengan tadabbur dan pemahaman terhadap maknanya. 

Khasiat ayat kursi

 

  1. Saat Mau Tidur [diatas tempat tidur], membaca : Istigfar, Salawat Nabi, Al Ikhlash, lalu  Ayat Kursi: syaithan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.
  2. Berwudhu lalu baca ayat Kursi: Untuk meninggikan derajat (40 derajat ) dan akan mendapat pahala ibadah 40 tahun dan akan dinikahkan di akherat dengan 40 bidadari surga.
  3. Terkabulnya kebutuhan yang di inginkan. Untuk mendapatkannya lakukan di hari Kamis, saat sebelum keluar dari rumah, membaca: Surah Ali Imran, ayat Kursi, Al Qadr,  Al Fatihah.
  4. Setiap mau keluar dari rumah [hari apa saja] dianjurkan untuk membaca ayat Kursi supaya diberikan keselamatan dan dimudahkan semua urusannya serta dijauhkan dari kemiskinan &kekurangan.
  5. 5.      Bacakan ayat Kursi sebanyak 3 kali pada bejana/wadah air kemudian basuhkan ke wajah. Setelah itu sholat sunah 2 raka’at, pada masing-masing raka’at baca Al Fatihah dan Ayat Kursi maka apapun cita-2 atau keinginannya insyaallah akan tercapai.
  6. Untuk Terkabulnya doa: Setelah membaca doa apa yang dikehendaki, membaca : Ayat Kursi, surah Ali Imran ayat ke-2, surah Thaha ayat ke-111, surah Al Qadr.
  7. 7.      Untuk terhindar dari kefakiran [kemiskinan]: tiap hari membaca surah Al Waqiah, saat mau masuk rumah dari bepergian membaca : surat al Ikhlas dan ayat Kursi.
  8. Untuk mengobati orang sakit:  Setiap subuh selama 3 hari bacakan ayat Kursi sebanyak 106 kali, insyaallah akan cepat sembuh.
  9. Sakit kepala, pegang bagian yang sakit dan bacakan ayat Kursi 7 kali akan cepat tersembuhkan.
  10. 10.  Usai Sholat (wajib) membaca ayat Kursi setelah sholat wajib akan selamat dari kefakiran dan kekurangan, dan akan memperoleh rezeki melalui jalan yang tidak disangka-sangka.
  11. Dapat mendatangkan hajat bila ayat Kursi dibaca 100 kali pada waktu tengah malam setelah melakukan shalat sunat hajat.
  12. Membentengidiri sendiri,  rumah atau tanaman di sawah: jalanlah mengelilinginya sambil membaca ayat kursi samapai 3 kali. Setiap satu putaran hentakkan kaki ke tanah, lalu berniat rumah atau tanaman di sawah kelihatan seperti laut atau lapangan.

13. Dianjurkan membaca ayat Kursi seusai setiap shalat fardlu, ketika akan tidur akan dapat menjadikanmu senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah dan syaithan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.

14. Baca di dalam rumah untuk mengusir syaithan.

15. Membuat kita untuk mentadabburi dan merenungkannya. 

16. Menyuruh kita  menghayatinya di dalam seluruh kehidupan kita. 

17.Berusaha memperoleh memperoleh idzin dan ridla-Nya terhadap segala hal.

Tags: ,
February 18, 2013

BUDI SUCI

Tarekat Syeh Sayyid Ahmad Baidawiy al Makyi yang diajarkan kepada Bapak Kyai Kemas Muhtar Amin di Bangka, bukan badawiyah, tetapi  bernama tarekat Qawiyatul Ghaibatiruhiatil  Bathiniah. Orang menyebutnya dengan nama Budi Suci, karena ajaran dasarnya disebut Budi Suci.

Ajaran awal bertujuan membersihkan budi. Alat pembersihya ialah ayat-ayat suci Al Qur’an. Menurut Imam Ghazali alat pembersih batin tidak hanya membaca Al Qur’an, tetapi juga shalat, haji, puasa, dzikir, umrah, istighfar. Pembersih harta benda ialah zakat dan sedekah. Pembersih badan air dan sabun. Pembersih getah ialah minyak tanah. Pembersih air liur anjing ialah tanah.

Di dalam Budi Suci dipakai surat Al fatihah, surat Al Falak, surat An Nas, syahadat dan ditutup dengan hawqullah (la haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adhim). Masing-masing dibaca sekali.

Budi Suci ini selain bermanfaat untuk membersihkan batin, ia juga dapat untuk bertahan dari serangan musuh, menyerang musuh dan pengobatan penyakit kena jin, setan, sihir dan penyakit biasa. Tetapi ada amalan tambahannya, yang tidak dapat saya sebutkan disini. Untuk mendapatannya perlu dibaiat. Selain itu ada persyaratan yang harus dipenuhi, antara yaitu: shalat, tidak mengajarkan kepada orang selain anak kandung sendiri, tidak untuk mencari musuh, musuh Allah adalah musuh pengamal, jika berjumpa musuh tidak boleh lari. Selain ini juga ada maharnya.

Pengamal boleh mengajarkan kepada orang lain, setelah ia diberi kuasa oleh yang berwewenang, yaitu almarhum guru besar  Kyai Kemas Muhtar Amin dan orang yang sudah mendapat kuasa menurunkan ilmu Budi Suci.

Bila ayat-ayat suci Al Qur’an yang diamalkan dibaca dengan cara tertentu dan ditambah dengan kalimat tertentu, maka Budi Suci ini dapat untuk bela diri. Kelemahannya ia hanya dapat untuk bela diri, bila pengamal diserang musuh.  Budi Suci tidak dapat dipakai untuk demonstrasi. Pengamal tidak dapat memakainya untuk lebih dahulu menyerang.  Budi Suci hanya dapat dipakai bertahan terhadap serangan musuh. Setelah itu baru dapat untuk menyerang musuh.

Amalan Budi Suci berdasar pernafasan, konsentrasi, niat dan dzikir. Budi Suci tidak menggunakan jurus, tetapi senjata. Budi mempunyai senjata sebagai berikut:                

1 Penusuk ke depan.

2  Penekan ke bawah.

3 Pendorong dengan telapak tangan ke depan.

4 Pembanting ke kiri dan ke kanan.

5 Pemarang ke kiri dan ke kanan                                                                 

6 Pengguling dengan telunjuk.

7 Penebas bagian atas.

8 Pematahkan leher.

9 Penusuk pangkal leher

10 Pembuang.

Pemakaian senjata tadi tidak memerlukan sentuhan jasmaniah, cukup dari jarak jauh. Oleh sebab itu disebut juga pukulan jarak jauh. Jika pengamal sampai menyentuh musuh, maka musuh itu akan pingsan. Biasanya tidak ada orang lain yang dapat menyembuhkan, kecuali pengamal Budi Suci.

Selain 10 manfaat tadi, Budi Suci dapat juga digunakan untuk membentengi diri, keluarga, orang lain atau harta benda. Bentuk benteng bisa berupa api, dinding beton atau apa yang diniatkan pengamal.

Budi Suci dapat membuat orang percaya bahwa Al Qur’an itu firman Allah. Hal ini akan bertambah yakin, jika sudah menginjak derajad berikutnya. Tarekat ini mempunyai derajad, yaitu: tawadhu’, takhasuk, tawaruk, takarub, hawqullah dan lam jalallah.

February 15, 2013

BENTENG

Derajad tawadhu’ untuk menanamkan peraasaaan rendah diri kepada Allah dan makhlukNya. Manusia tidak boleh boleh sombong, ujub, riya’, suma’ah dan suka menghina. Manusia lahir lewat jalan hina dan berasal dari zat hina, mengapa sombong. Manusia tahu sombong dan semacamnya itu jelek, tetapi tetap saja melakukannya. Mengapa begitu? Sebabnya karena bodoh, tak tahan godaan nafsu dan godaan setan. Untuk mengalahkan sifat suka pamer memeerluka riyadah dan mujahadah. Manusia perlu latihan dan berjuang untuk mengatasi sifat riya’ dan semacamnya itu.

Salah satu caranya ialah dengan mengamalkan bacaan dalam tarekat Ghaibatiruhiatil Bathiniah atau masyarakat umum menyebutkan Budi Suci saja. Amalan itu ada dalam derajad pertama, yaitu derajad tawadhu’. Ia mempunyai 6 amalan atau 6 senjata. Amalan itu disebut senjata, karena selain berfungsi memberikan sifat, juga bisa digunakan sebagai senjata.

Amalan pertama disebut senjata benteng, karena berfungsi untuk membentengi diri dari serangan musuh yang berwujud apa saja, baik itu manusia maupun jin, setan, sihir, binatang buas dan lain-lainnya. Hebat,  bukan? Kita keluar bepergian kemana saja tidak perlu membawa senjta. Itu repot, bahkan bila ketahuan polisi bisa senjatanya disita dan orangnya ditahan. Kita cukup bersenjatakan senjata satu tawadhu’. Kita tidak akan bisa dipukul dan kita selamat. Senjata  pukulan jarak jauh Budi Suci juga tetap berfungsi, seperti menusuk kedepan dengan jari telunjuk atau lima jari, menekan kebawah sampai musuh terduduk, mendorong dengan telapak tangan, membanting ke kiri atau kanan, memarang ke kiri atau kanan dengan sisi telapak tangan, mengguling musuh, menebas leher dengan sisi telapak tangan, mematahkan leher, menusuk pangkal leher dengan jari telunjuk, atau membuang musuh. Mengerikan sekali senjata Budi Suci itu apalagi di tangan orang yang tidak dapat mengendalikan diri. Makanya senjata Budi  tidak saya uraikan terinci, karena resikonya fatal. Dengan senjata Budi Suci, musuh bisa mati. Membunuh manusia merupakan dosa besar. Membunuh jin juga dosa dan membuat repot. Jin itu bisa dendam dan kadng-kadang secara mengeroyok membalas dendam. Jika yang dituju pengamal tidak apa-apa, tetapi jim kadang-kadang menyerang keluarga pengamal. Jika kita lengah melindungi keluarga, akan menjadi bencana.

Jadi pengamal tidak perlu bawa senjata. Pengamal dan yang beserta dia terbenteng, cukup dengan bergandengan dengan pengamal. Sayangnya penganal ini sulit diketahui, karena selalu berusaha menyembunyikan ilmunya. Kalimat amalan pertama berbunyi: Allahu Akbar 13x. Allahu Akbar min kulli kabiran. Allahu akdhomu min kulli adhiim. Allahu afwa min kulli  qawwi. Allahu althafu  min kulli latif. Allahu ajmalu min kulli jamil. Antaj’ala hisharan an yamini shitharan an shimali hijaban  wa amami husnan  wa khalfi difaan wa sitati, ruhi min ruhika  wa ruhi  malaikatika  wa ruhi nabiyin min anbiyaika wa ruhi waliyin min auliyaika anjilha fi  maqamiyal khamisah.

Caca dulu doa tawadhu, baru baca nalan benteng, lalu isikan ke masing-masing maqam, lalu simpan di qalby. Pada setiap maqam berhenti untuk berzikir 10 kali, lalu tekan, lalu menuju ke maqam berikutnya. Pada waktu di maqam jumjumah berniat: Niatku membentengi diri dari serangan musuh berupa apa saja: manusia, jin, setan, sihir, binatang buas dan lain-lainnya.

Penggunaannya cukup ambil dari simpanan, berniat, lalu baca la haula wal aquwwata illa billahil adhim. Untuk membentengi orang lain atau barang, cukup membuat lingkaran dengan pandangan mata fisik/batin atau tongkat rotan/lainnya di sekitarnya. Ini seperti yang dilakukan pada Dewi Shinta oleh iparnya dalam cerita pewayangan.

Demikianlah sepintas uraian tentang senjata benteng, mudah-mudahan ada manfaatnya.

 

February 12, 2013

PERKEMBANGAN TAREKAT GHAIBATIRUHIATIL BATHINIAH

Selanjutnya Mohtar Amin mengamalkan tarekat ini sehari-hari sehingga mendarah daging.
Bung Karno, presiden pertama RI, pernah belajar tarekat ini. Beliau belajar tarekat ini sewaktu dibuang Belanda ke Bangka. Beliau hanya mempelajarinya sampai derajad takhasyuk. Efek sampaing mempelajari tarekat ini antara lain bisa menyerang musuh, bertahan terhadap serangan musuh, disenangi orang dan pengobatan. Mungkin tarekat ini yang membuat Bung Karno selamat dari percobaan pembunuhan. Yang pasti Allah melindungi beliau.
Di Jawa, Sumbawa dan Lombok ilmu ini juga ada penganutnya.Tarekat ini diajarkan oleh seorang warga polisi ke Lombok. Ia orang Kristen yang pindah agama Islam. Ia kawin dengan orang Apitaik Lombok Timur. Seorang pembantunya yang bernama bapak Halimah mengajarkan tarekat ini di Lombok Timur.
Penganutnya dari berbagai kalangan: petani, pedagang, guru, polisi, tentara dan lain-lainnya. Penganutnya ada yang perempuan dan anak-anak. Siapa saja yang mau memenuhi persyaratannya bisa masuk. Persyaratan itu antara lain: shalat, tidak mencari musuh, jika menghadapi musuh tidak boleh lari, musuh Allah musuh pengamal juga tidak mengajarkan kepada orang lain kecuali anak kandung sendiri. Yang melanggar perssyaratan, berarti ingkar kepada Budi Suci.
Bila memenuhi syarat, orang itu harus membayar pendaftaran dan biaya selamatan. Setelah selamatan, baru diberi amalannnya. Yang pertama diajarkan Budi Suci. Seperti namanya amalan ini berfungsi untuk mensucikan diri. Amalannya tak terduga, hanyalah membaca surat Al Fatihah sekali, surat Al Ikhlas sekali, surat Al Falak sekali dan surat An Nas sekali. Lalu bacaan ini disimpan di hati. Faidahnya selain mesucikan diri juga membuat si pengamal tidak bisa dipukul dan selamat. Dengan tambahan bacaan tertentu si pengamal mampu memberi pukulan jarah jauh kepada musuh. Efek lain si pengamal bisa mengobati penyakit pada manusia maupun hewan. Bahkan tumbuh-tumbuhan pun bisa sehat bila diobati dengan Budi Suci. Dengan tehnik tertentu, Budi Suci bisa dipakai sebagai penunduk kepada musuh. Apa yang diperintahkan akan dipatuhi oleh musuh. Bahkan benda matipun menuruti kemauan si pengamal. Anehnya lagi Budi Suci bisa untuk menemukan barang yang lupa keberadaanya. Salah satu ayat Al Qur’an bisa ditemukan dengan cepat menggunakan Budi Suci ini. Bisa untuk memperbaiki masin yang macet. Pokoknya penggunaan Budi Suci ini luas. Hasilnya tergantung niat dan kemampuan pengamal untuk mengembangkannya.
Kekuatan Budi Suci bisa dipindahkan ke orang lain atau barang, dengan tujuan untuk membentengi.
Karena fungsi Budi Suci untuk mensucikan diri, maka ia tidak bisa digunakan untuk pamer, sombong dan menyerang musuh. Budi Suci baru bisa berfungsi jika diserang musuh atau membela diri. Pada situasi demikian Budi Suci bisa juga untuk menyerang musuh: melempar, menggulingkan, menusuk atau menarik.
ika si pengamal melakukan perbuatan haram, maka kepala atau perutnya sakit. Oleh karena itu jika pengamal merasa sakit kepala atau perut, mereka lalu menilai dan memperbaiki diri. Jika istiggfar dan memperbaiki diri, kekuatan Budi Suci bisa hilang. Kekuatan Budi Suci bisa hilang, jika dibuka oleh orang lain yang mempunyai kemampuan. Untuk itu perlu dikunci untuk menghindari dibuka orang lain.
Kekuatan Budi Suci hanya berlaku 12 jam. Oleh karena itu pengamalannya dilakukan selesai shalat subuh dan selesai shala maghrib. Pengamalan diantara waktu itu bertujuan untuk memperkuat pengaruhnya. Makin sering diamalkan makin kuat sampai mempengaruhi sekita tempat mengamalkan, bahkan kampungnya.
Mengamalkan Budi Suci membuat orang yakin bahwa Allah itu ada dan Al Qur’an itu firman Allah. Jika Al Qur’an hanya karangan orang, maka tidak mungkin ia mempunyai kekuatan seperti itu. Karena mudah mengamalkan dan banyak manfaatnya, maka bisa berkembang cukup baik.