Archive for ‘Agama’

February 13, 2013

Menyucikan diri menurut tarekat Naqsyabandi

Masing-masing tarekat mempunyai cara tersendiri untuk menyucikan diri. Menurut Ghazali, masing-masing kotoran mempunyai alat pembersih tersendiri. Getah dengan minyak tanah, lumpur dengan air dan sabun, air liur anjing dengan tanah, harta dengan zakat. Kotoran batin bisa dibersihkan dengan shalat, membaca Al Qur’an, haji, istighfar dan taubat.
Menurut tarekat Naqsyabandi manusia mempunyai 7 maqam, yaitu: atifatul qalby, latifatul Ruh, latifatul Sirri, lathifatul Khafi, lathifah Akhfa, lathifatul Nafsun Natiqoh, dan latifatul Kullu Jasad. Masing-masing maqam terisi sifat-sifat tertentu.
Setan yang menggoda manusia itu banyak dan mempunyai keahlian khusus, misalnya ahli membujuk orang jadi kafir, tamak, pemarah dan lain-lain. Mereka tinggal di maqam yang sesuai dengan keahliannya. Setan yang ahli mengobarkan hawa nafsu bertempat tinggal di maqam latifatul qalby, setan yang ahli membuat orang tamak bertempat di maqam lathifatul ruh dan seterusnya. Untuk membersihkan sifat jelek itu perlu dibacakan kata “Allah” sebanyak-banyaknya di maqam sifat jelek itu. Untuk membersihkan sifat tamak bacakan kata “Allah” pada maqam latifatul sirri paling tidak 1000 kali sehari secara istiqamah atau teratur. Rinciannya sebagai berikut:
1. Latifatul qalby, ditempati sifat menuruti hawa nafsu, sifat setan dan dunia, jika berhasil dibersihkan menjadi sifat iman, islam, tauhid dan makrifat.
2. Latifatul Ruh, berisi sifat tamak, rakus dan bakhil – jika berhasil dibersihkan menjadi bersifat qanaah.
3. Latifatul Sirri, berisi sifat pemarah, bengis, mudah emosi tinggi, penaik darah dan pendendam. Jika berhasil dibersihkan menjadi bersifat pengasih, penyayang, baik budi pekerti (akhlak yang mulia).
4. Lathifatul Khafi, berisi sifat 1. Busuk hati, 2. Munafik, dengan kandungan sifat nya yaitu; pendusta, mungkir janji, penghianat dan tidak dapat di percaya. Jika berhasil dibersihkan menjadi 1. Ridha, 2. Syukur, 3. Sabar, dan 4. Tawakkal.
5. Lathifah Akhfa, berisi sifat 1. Takbur, 2. Ria, 3. Ujub, 4. Suma’ah. Jika berhasil dibersihkan menjadi 1. Tawadduk, 2. Ikhlas, 3. Sabar, 4. Tawakkal.
6. Lathifatul Nafsun Natiqoh, berisi sifat banyak khayal dan angan – angan, oleh karena itu kikislah sifat tersebut dengan berdzikir secara ikhlas pada tempat ini, agar berganti dengan sifat muthma’innah, yaitu sifat dan nafsu yang tenang.
7. Latifatul Kullu Jasad, berisi sifat 1. Jahil 2. dan lalai. Seseorang yang dzikirnya ikhlas pada tempat ini dapat menimbulkan sifat: 1. Ilmu 2. dan amal yang di ridhai oleh Allah Swt.
Jika diri manusia memiliki sifat baik, barulah ia bisa dekat dengan Allah. Jika manusia dekat dengan Allah, semua keinginannya dipenuhi sebelum manusia minta. Ibaratnya orang karib dengan pemilik kebun jagung, ia akan dikirimi jagung bila minta. Allah itu Maha Suci, hanya dapat didekati oleh orang suci.
Demikianlah cara penyucia diri menurut tarekat Naqsyabandi.

February 13, 2013

TAKHALLI, TAHALLI DAN TAJALLI

Selain dengan amalan Budi Suci, ada cara lain untuk mensucikan diri yaitu dengan cara: Takhalli (pengkosongan diri dari sifat-safat tercela), Tahalli (menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji) dan Tajalli (tersingkapnya tabir). Lebih jelasnya simak dalam pembasan dibawah ini .
A. TAKHALLI
Tkhalli atau penarikan diri. Sang hamba yang menginginkan dirinya mensucikan diri haruslah menarik diri dari segala sesuatu yang mengalihkan perhatiannya dari Allah. Takhalli ini berat, karena terdiri dari mawas diri, pengekangan segala hawa nafsu dan mengkosongkan hati dari segala-galanya, kecuali dari diri yang dikasihi yaitu Allah SWT.
Sifat-safat tercela itu antara lain: mencintai dunia, tamak, ujub, riya’ takabur, sumaah, hasud, iri, dengki, penakut, mencuri, merampok, zina, minum minuman keras, penakut, pemalu,bohong, korupsi, menipu, khianat, suka membicarakan orang, pemarah, penjudi, menyakiti orang, pelit, sadis, menindas orang lain, aniaya, menuruti hawa nafsu dll. Semua ini harus dihilangkan dan diganti dengan sifat-sifat yang baik.
B. TAHALLI
Tahalli berarti berhias. Maksutnya adalah membiasakan diri dengan sifat dan sikap serta pebuatan yang baik. Berusaha agar dalam setiap gerak prilaku selalu berjalan diatas ketentuan agama, baik kewajiban luar maupun kewajiban dalam tau ketaan lahir maupun batin. Ketaatan lahir maksutnya adalah kewajiban yang bersifat formal, seperti sholat, puasa, zakat, haji, dan lain sebagainya. Sedangkan ketaatan batin seperti iman, ikhsan, dan lain sebagainya. Tahalli adalah semedi atau meditasi yaitu secara sistematik dan metodik, meleburkan kesadaran dan pikiran untuk dipusatkan dalam perenungan kepada Tuhan, dimotivasi bahana kerinduan yang sangat dilakukan seorang sufi setelah melewati proses pembersihan hati yang ternoda oleh nafsu-nafsu duniawi .
Tahlli merupakan tahap pengisian jiwa yang telah dikosongkan pada tahap takhalli. Dengan kata lain, sesudah tahap pembersihan diri dari segala sifat dan sikap mental yang baik dapat dilalui, usah itu harus berlanjut terus ketahap berikutnya, yaitu tahalli. Pada perakteknya pengisian jiwa dengan sifat-sifat yang baik setelah dikosongklan dari sifat-sifat buruk, tidaklah berarti bahw jiwa harus dikosongkan terlebih dahulu baru kemudian di isi dengan sifat baik. Akan tetapi, ketika menghilangkan kebiasaan yang buruk, bersamaan dengan itu pula diisi dengan kebiasaan yang baik.
Sifat-sifat yang baik itu antara lain adalah taubat, sabar, zuhud, qanaah, tawakal, cinta, makrifat, ridho,
mujahadah, syukur, suka bersedekah, mengeluarkan zakat, shalat, ikramul muslimin, suka ilmu dan dzikir, suka dakwah dan tablig.
C. TAJALLI
Setelah seseorang melalui dua tahap tersebut lalu masuk tahap ketiga yakni tajalli, seseorang hatinya terbebaskan dari tabir (hijab) yaitu sifat-sifat kemanusian atau memperoleh nur yang selama ini tersembunyi (Ghaib) atau fana segala selain Allah ketika nampak (tajalli) wajah-Nya.
Tajalli bermakna pencerahan atau penyingkapan dan terjadi penjelamaan, perwujudan dari yang tunggal. Sebuah pemancaran cahaya batin, penyingkapan rahasia Allah, dan pencerahan hati hamba-hamba saleh. Tajalli adalah tersingkapnya tirai penyekat dari alam gaib, atau proses mendapat penerangan dari nur gaib, sebagai hasil dari suatu meditasi. Ini merupakan proses penghayatan gaib yang merupakan anugerah dari Allah dan diluar usaha manusia.
Itulah cara lain mensucikan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan ridhoNya

February 12, 2013

PERKEMBANGAN TAREKAT GHAIBATIRUHIATIL BATHINIAH

Selanjutnya Mohtar Amin mengamalkan tarekat ini sehari-hari sehingga mendarah daging.
Bung Karno, presiden pertama RI, pernah belajar tarekat ini. Beliau belajar tarekat ini sewaktu dibuang Belanda ke Bangka. Beliau hanya mempelajarinya sampai derajad takhasyuk. Efek sampaing mempelajari tarekat ini antara lain bisa menyerang musuh, bertahan terhadap serangan musuh, disenangi orang dan pengobatan. Mungkin tarekat ini yang membuat Bung Karno selamat dari percobaan pembunuhan. Yang pasti Allah melindungi beliau.
Di Jawa, Sumbawa dan Lombok ilmu ini juga ada penganutnya.Tarekat ini diajarkan oleh seorang warga polisi ke Lombok. Ia orang Kristen yang pindah agama Islam. Ia kawin dengan orang Apitaik Lombok Timur. Seorang pembantunya yang bernama bapak Halimah mengajarkan tarekat ini di Lombok Timur.
Penganutnya dari berbagai kalangan: petani, pedagang, guru, polisi, tentara dan lain-lainnya. Penganutnya ada yang perempuan dan anak-anak. Siapa saja yang mau memenuhi persyaratannya bisa masuk. Persyaratan itu antara lain: shalat, tidak mencari musuh, jika menghadapi musuh tidak boleh lari, musuh Allah musuh pengamal juga tidak mengajarkan kepada orang lain kecuali anak kandung sendiri. Yang melanggar perssyaratan, berarti ingkar kepada Budi Suci.
Bila memenuhi syarat, orang itu harus membayar pendaftaran dan biaya selamatan. Setelah selamatan, baru diberi amalannnya. Yang pertama diajarkan Budi Suci. Seperti namanya amalan ini berfungsi untuk mensucikan diri. Amalannya tak terduga, hanyalah membaca surat Al Fatihah sekali, surat Al Ikhlas sekali, surat Al Falak sekali dan surat An Nas sekali. Lalu bacaan ini disimpan di hati. Faidahnya selain mesucikan diri juga membuat si pengamal tidak bisa dipukul dan selamat. Dengan tambahan bacaan tertentu si pengamal mampu memberi pukulan jarah jauh kepada musuh. Efek lain si pengamal bisa mengobati penyakit pada manusia maupun hewan. Bahkan tumbuh-tumbuhan pun bisa sehat bila diobati dengan Budi Suci. Dengan tehnik tertentu, Budi Suci bisa dipakai sebagai penunduk kepada musuh. Apa yang diperintahkan akan dipatuhi oleh musuh. Bahkan benda matipun menuruti kemauan si pengamal. Anehnya lagi Budi Suci bisa untuk menemukan barang yang lupa keberadaanya. Salah satu ayat Al Qur’an bisa ditemukan dengan cepat menggunakan Budi Suci ini. Bisa untuk memperbaiki masin yang macet. Pokoknya penggunaan Budi Suci ini luas. Hasilnya tergantung niat dan kemampuan pengamal untuk mengembangkannya.
Kekuatan Budi Suci bisa dipindahkan ke orang lain atau barang, dengan tujuan untuk membentengi.
Karena fungsi Budi Suci untuk mensucikan diri, maka ia tidak bisa digunakan untuk pamer, sombong dan menyerang musuh. Budi Suci baru bisa berfungsi jika diserang musuh atau membela diri. Pada situasi demikian Budi Suci bisa juga untuk menyerang musuh: melempar, menggulingkan, menusuk atau menarik.
ika si pengamal melakukan perbuatan haram, maka kepala atau perutnya sakit. Oleh karena itu jika pengamal merasa sakit kepala atau perut, mereka lalu menilai dan memperbaiki diri. Jika istiggfar dan memperbaiki diri, kekuatan Budi Suci bisa hilang. Kekuatan Budi Suci bisa hilang, jika dibuka oleh orang lain yang mempunyai kemampuan. Untuk itu perlu dikunci untuk menghindari dibuka orang lain.
Kekuatan Budi Suci hanya berlaku 12 jam. Oleh karena itu pengamalannya dilakukan selesai shalat subuh dan selesai shala maghrib. Pengamalan diantara waktu itu bertujuan untuk memperkuat pengaruhnya. Makin sering diamalkan makin kuat sampai mempengaruhi sekita tempat mengamalkan, bahkan kampungnya.
Mengamalkan Budi Suci membuat orang yakin bahwa Allah itu ada dan Al Qur’an itu firman Allah. Jika Al Qur’an hanya karangan orang, maka tidak mungkin ia mempunyai kekuatan seperti itu. Karena mudah mengamalkan dan banyak manfaatnya, maka bisa berkembang cukup baik.