HADIRAN

Pengamalan Tarekat Ghaibaturruhiatil Bathiniah ( Budi Suci ) mempunyai efek kemampuan supra natural. Pengamalnya memiliki tenaga dalam: memukul jarak jauh, membentengi sesuatu, melepaskan senjata, membuat musuh tunduk, menawarkan racun, mengaburkan pandangan mata, mengelabui pandangan mata, menghancurkan serangan musuh dan lain-lain.

Seberapa jauh pengendalian tenaga dalam yang dimiliki pengamal memerlukan alat penilai.  Pengamal perlu diserang, sehingga kelihatan bagaimana caranya menghadapi serangan itu. Ini cukup merepotkan! Ilmu Budi Suci tidak dapat didemonstrasikan. Pengamal tidak dapat mendahului menyerang orang, walaupun orang itu salah. Jika pengamal menyerang dahulu, ia akan kalah. Budi Suci tidak berfungsi jika orang yang diserang tidak marah. Jadi ada jalan untuk menghidupkan tenaga budi suci, yaitu membuat marah musuh.

Ada doanya untuk membuat marah, tetapi untuk diri sendiri. Tidak semua orang berhasil mengamalkan doanya. Jika seseorang sudah marah akibat doa marah, ia mengamuk tidak karuan seperti kuda lumping keasukan jin. Ia memukul, membentak, memaki tak terkontrol.

Doanya disebut doa hadiran. Orang yang berhasil marah akibat doa itu disebut hadiran. Ia dapat sembuh dengan budi suci atau senjata derajat. Penyembuh memindahkan budi suci atau senjata derajat ke air putih yang sudah dimasak. Jika air itu diminumkan kepada hadiran, maka hadiran itu akan sadar dan sembuh dari sakit akibat serangan pengamal. Bahkan penyakitnya yang lain dapat sembuh juga. Oleh karena itu pengamal mau saha dijadikan hadiran, karena baadannya menjadi sehat. Saya sendiri ingin jadi hadiran, tetapi sampai sekarang tidak berhasil.

Pelaksanaan test biasa dilakukan di tanah lapang tersembunyi di malam hari. Tujuannya agar tidak menjadi tontonan orang banyak dan terkesan demonstrasi ilmu.

Hadiran mampu melihat makhluk halus. Ia bisa melihat jin berdiri di pinggir lapangan  menonton test. Ada juga yang ingin ikut serta, tetapi tidak dapat. Pengamal lebih dahulu membentengi arena test, sehingga tidak dapat jin atau orang jahat.

Dalam test ada saja pengamal yang mentest kekuatan senjata yang dimiliki, keris, azimat, tumbal, rajah dsb. Pengamal menyuruh hadiran menyerang senjata yang ditest. Senjata yang dapat dipukul berarti jelek. Senjata yang dipakai hadiran biasanya sebatang rotan sebesar ibu jari tangan. Hadiran sering mengganti rotan dengan benda yang ditemui: batu, linggis, dahan kayu dsb.

Penyembuhan hadiran dapat menggunakan ayat syifa dari al Qur’an. Ayat-ayat Syifa ini amat bertepatan dijadikan amalan sebagai ikhtiar penyembuh penyakit.

Ada enam ayat Al-Qur’an yang dapat dijadikan amalan sebagai ikhtiar untuk menyembuhkan penyakit, yaitu:

Surah Yunus : 57 ” Dan penyembuh (penawar) bagi penyakit-penyakit (yang berada) di dalam dada.”

$Surah al-Nahl : 69 “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warna di dalamnya terdapat penawar yang menyembuhkan bagi manusia

Surah al-Isra’ 82 : “Dan Kami turunkan daripada al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman”.

 Surah al-Syu’ara : 80 “Dan apabila aku sakit, Dia lah yang menyembuhkan aku”.

Surah al-Fussilat : 44 “Katakanlah : Al-Qur’an itu ialah petunjuk dan penawar.”

Selawat Syifa : Maksudnya ” Ya Allah limpahkanlah rahmat ke atas junjungan Nabi Muhammad SAW yang menjadi perawat (tabib) segala hatinya dan ubatnya, yang menjadi penawar semua badan dan penyembuhnya, yang menjadi penerang segala pandangan (mata). Juga limpahkanlah rahmat kepada kaum keluarganya dan para sahabatnya sekalian.” Dipetik dari buku Indahnya Hidup Bersyariat oleh Dato’ Ismail Kamus.

 Semua penyakit yang Allah jadikan di dunia ini ada penawar nya didalam Al-Quran, contohnya:

– Surah Qaaf ayat 16 hingga 45, Surah Ah-Qaaf ayat 21 hingga 28 dan Surah Sod ayat 34 hingga 61 selalunya untuk penyakit yang ada kaitan dengan tulang (seperti sakit rheumatism, arthritis, sakit sendi, tulang patah atau fractured, slip disc, sakit tulang belakang)

– Surah Al-Buruuj ayat 1 hingga 22 selalunya di baca untuk penawar sakit-sakit yang berkaitan dengan perut (seperti gastric, stomach ulcer) atau penyakit yang berkaitan dengan usus besar atau usus kecil.

– Surah Al-Israa’ ayat 40 hingga 55 untuk pesakit yang mengalami sakit jantung, saluran darah tersumbat (blockage) dan jantung berlubang.

– Ayat-ayat dalam Surah Al-Anfaal untuk sakit jangkitan kuman/virus atau “infections”. Ayat ayat dari Surah Al-Anfaal ini berfungsi sama seperti ubat-ubat antibiotiks.

– Ayat-ayat dalam Surah An-Nahli untuk memberi kekuatan atau tenaga kepada pesakit. Kekuatan dari segi fizikal dan kekuatan dari segi dalaman atau rohani. Ayat-ayat ini berfungsi untuk meningkatkan kekuatan fizikal atau immuniti (sistem daya pertahanan sesaorang). Peningkatan kekuatan rohaniah dari segi semangat dan keazaman pesakit.

– Ayat-ayat dari Surah Al-Anbiyaa’, Surah Al-Qasas, Surah Al-Ma’idah, Surah An-Naml khusus untuk penyakit kencing manis (diabetes), darah tinggi (hyper-tension), sakit angin ahmar (stroke) dan lain-lain lagi.

– Ayat-ayat dari Surah Yusuf dan Surah An-Nahli untuk penyakit lemah tenaga batin untuk kaum lelaki.

– Ayat-ayat dalam Surah Maryam, Ambiyaa’ dan Imran untuk sakit fibroid, ovarian cysts dan lain-lain sakit perempuan.

– Ayat-ayat dari Surah Fatah, Yunus, Hud, Az-Zumar, Ma’idah, Al-A’raff, Ash-Syura, Al-Qasas dan lain-lain surah untuk berbagai jenis penyakit kanser, sakit buah pinggang (kidney failure), hepatitis dan lain lain penyakit.

– Ayat-ayat dari Surah Al-Baqarah, Fussilat, Ash-Syu’aara, Al-Furqaan, Ar-Ra’d, Toha, Al-Mu’minum, Muhammad, dan lain-lain surah untuk penyakit gangguan sihir, santau, rasuk jin atau iblis, ilmu pangasih, ilmu pelalau, ilmu pemisah dan lain-lain penyakit gangguan atau “spiritual illness”.
(http://www.syifa-alhidayah.com/pengenalan_detail.asp)

Untuk mengobati hadiran biasa digunakan Asy Syu’ara ayat 80.

Doa hadiran: Ya allah, ya tuhanku. Masukkan hadiran kedalam tubuhku sendiri. Hasun ila Syeckh Abdulkadir Jaelani. Masukkan ruh  amarah ke dalam tubuhku sendiri, karena aku ingin melihat caraku menyerang dan marah. La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adzim. Allahu akbar 3 x.

Hadiran tingkat tinggi bisa menerobos pertahanan pengamal. Ada kunci pembuka yang berbunyi: “Salamun qaulan minrabbirrahim 3 x. Niatku membuka ilmu fulan bin fulan (fulanah binti fullanah) lillahi ta’ala.” Untuk mengatasinya yang bertahan dapat menggunakan kunci penutup sebagai berikut: “Amantu birrabbikum fasma’un 3 x. Niatku mengunci ilmuku / pengisian senjata 1 – 6 tawadhu’ ke batinku lillahi ta’alla.”

Cukup sampai disini uraianku, semoga uraian ini bermanfaat.

One Comment to “HADIRAN”

  1. Subhanallah… Ya akhi.. Sy pengamal dr lombok salam .ini sangat bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: