Jaelangkung

Pengalamanku ini kualami ketika aku masih kuliah sekitar tahun 1965. Pada waktu itu permainan jaelangkung termasuk permainan yang populer, maklum karena saat itu sedang ramai orang main judi nomor buntut.Pada saat itu permainan jaelangkung dibuat dari jangka dan kertas bergambar lingkaran. Di dalam lingkaran ditulisi abjad dari a – z dan angka 0 – 9. Cara pegang jangka dengan tutup pulpen. Jika jangka sudah kemasukan roh, ia bisa berputar dengan leluasa.
Mantranya berbunyi: Jaelangkung jaelangse, disini ada pesta kecil-kecilan. Harap datang. Tanpa sesaji danmain dimana saja. Sebentar ada roh masuk ke jangka. Tandanya jangka itu berputar sendiri.
Sering kali saya membuat jaelangkung sendiri dan berhasil. Kebanyakan roh orang meninggal tak wajar yang datang, misalnya: minum racun, tertabrak kereta api, dibunuh orang. Mereka orang lokal saja. Hanya ada satu dari luar negeri, yaitu Rusia. Yang saya herankan, orang Rusia itu bisa mengerti bahasa Indonesia.Saya berhenti main jaelangkung, karena roh yang masuk ke jangka tidak mau pulang. Dari pagi samapai sore roh itu tetap di jangka.Saya lalu minta tolong adik mengusir roh itu. Ternyata roh itu minta makan, baru mau pulang. Untung yang diminta nasi putih. Pemain jaelangkung yang lain pernah dimintai darah. Ada yang minta diatar pulang. Ternyata rumahnya di kuburan dekat saja. Jika permintaan tidak dipenuhi ia ngamuk.
Biasanya Jaelangkung dibuat dari keranjang bambu (kreneng dlm.bhs.jawa),kemudian diberi kayu secara bersilang ditengah.Yang keatas untuk meletakkan kepalanya yang kekiri dan kekanan untuk memasukkan lengan baju kiri dan kanan.dan yang kearah depan diberi kapur tulis untuk menulis dipapan tulis ketika jaelangkung sudah kemasukan roh. Main jaelangkung biasa di tempat angker ( punden, kuburan, pohon besar, batu besar atau kamar angker.
Ini pengalaman orang lain main jaelangkung. “Suatu malam aku dan teman-teman membuat permainan jaelangkung didekat sebuah punden( tempat keramat ) dan kakakku yang bernama mas P menjadi pawangnya.Demikianlah setelah semuanya sudah siap termasuk sesajinya yang berupa makanan ringan/kue-kue, kemudian roh jaelangkung dipanggil dengan membakar hio( dupa cina ) oleh kakak saya.Saya saat itu kebagian memegang jaelangkung bersama teman saya R, tidak berapa lam kemudian jaelangkung itu mengangguk-anggukdengan kasarnya dan pegangannya terasa berat.Lalu ditanya oleh mas P namanya,dan dia menulis diatas papan tulis dengan kasar pula kemudian jaelangkung itu minta pisang emas dan minta minum air omberan.karena sudah larut malam tidak ada warung yang buka sehingga tidak bisa dipenuhi dan jaelangkung itu mengamuk dengan cara melonjak-lonjak,saya dan teman saya kewalahan memegangi dan akhir nya pegangan saya saya lepaskan dan lari terbirit-birit pulang kerumah. Sampai dirumah semalaman saya tidak bisa tidur dan esoknya bangun kesiangan. Pengalaman yang lain yaitu menimpa kakak saya mas B yang kesurupan jaelangkung.Saat itu kakak saya mas P juga jadi pawang jaelangkung dan membuat permainan jaelangkung dikamar yang angker dirumah tetangga.
Saya dan mas B jadi penonton, demikianlah jelangkung itu minta penonton satu persatu menyanyi,ketika tiba giliran mas B disuruh menyanyi lagu patah hatinya Rahmat Kartolo yang waktu itu populer mas B tidak mau. Saya yang tidak bisa menyanyi buru-buru pulang takut kalau disuruh menyanyi,sampai dirumah saya kemudian belajar.Tidak lama kemudian terdengar tangisan anak yang kemudian terdengar pintu rumah digedor begitu saya buka terlihat mas B menangis sambil menyeringai, saya lalu memanggil ibu dan kemudian mas B ditidurkan dan ibu memanggil ustad di kampung. Mas B saat itu masih menangis saja, setelah pak ustad datang
kemudian diberi minum air putih yang sudah dibacakan doa kemudian ditanyai pak ustad,ketika ditanya namanya ternyata namanya bukan mas B tapi nama yang asing.Kemudian ditanya, mas B kemana dijawab baru main main dikuburan.lalu pak ustad minta supaya mas B disuruh pulang,dijawab sebentar saya panggilkan,dan setelah tengkurap sebentar kemudian telen-
tang dan mas B sudah kembali,terbukti ketika ditanya bisa menjawab dengan tepat.Oleh pak ustad kami sekeluarga kemudian dinasehati supaya jangan main-main dengan jaelangkung karena bisa berbahaya. Mulai saat itu setiap ada permainan jaelangkung aku selalu menghindar atau kalau terpaksa aku selalu baca doa-doa yang diajarkan pak ustad.  Menurut kisah mas B ketika dia tidak mau disuruh menyanyi dibelakangnya diikuti orang hitam yang tinggi besar, ketika dia pulang kerumah, orang tersebut masih mengikuti dan mengajaknya jalan-jalan, karena dia takut dia mau mengikuti dan digandeng orang itu dan anehnya ketika diajak jalan-jalan dia bisa menembus tembok.”
Beberapa tahun kemudian setelah saya rajin shalat, saya mencoba bermain jaelangkung lagi. Ternyata saya gagal main jaelangkung. Saya ulang berkali-kali saya tetap tidak dapat main jaelangkung. Rupanya orang tidak shalat saja yang dapat main jaelangkung.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: