BENTENG

Derajad tawadhu’ untuk menanamkan peraasaaan rendah diri kepada Allah dan makhlukNya. Manusia tidak boleh boleh sombong, ujub, riya’, suma’ah dan suka menghina. Manusia lahir lewat jalan hina dan berasal dari zat hina, mengapa sombong. Manusia tahu sombong dan semacamnya itu jelek, tetapi tetap saja melakukannya. Mengapa begitu? Sebabnya karena bodoh, tak tahan godaan nafsu dan godaan setan. Untuk mengalahkan sifat suka pamer memeerluka riyadah dan mujahadah. Manusia perlu latihan dan berjuang untuk mengatasi sifat riya’ dan semacamnya itu.

Salah satu caranya ialah dengan mengamalkan bacaan dalam tarekat Ghaibatiruhiatil Bathiniah atau masyarakat umum menyebutkan Budi Suci saja. Amalan itu ada dalam derajad pertama, yaitu derajad tawadhu’. Ia mempunyai 6 amalan atau 6 senjata. Amalan itu disebut senjata, karena selain berfungsi memberikan sifat, juga bisa digunakan sebagai senjata.

Amalan pertama disebut senjata benteng, karena berfungsi untuk membentengi diri dari serangan musuh yang berwujud apa saja, baik itu manusia maupun jin, setan, sihir, binatang buas dan lain-lainnya. Hebat,  bukan? Kita keluar bepergian kemana saja tidak perlu membawa senjta. Itu repot, bahkan bila ketahuan polisi bisa senjatanya disita dan orangnya ditahan. Kita cukup bersenjatakan senjata satu tawadhu’. Kita tidak akan bisa dipukul dan kita selamat. Senjata  pukulan jarak jauh Budi Suci juga tetap berfungsi, seperti menusuk kedepan dengan jari telunjuk atau lima jari, menekan kebawah sampai musuh terduduk, mendorong dengan telapak tangan, membanting ke kiri atau kanan, memarang ke kiri atau kanan dengan sisi telapak tangan, mengguling musuh, menebas leher dengan sisi telapak tangan, mematahkan leher, menusuk pangkal leher dengan jari telunjuk, atau membuang musuh. Mengerikan sekali senjata Budi Suci itu apalagi di tangan orang yang tidak dapat mengendalikan diri. Makanya senjata Budi  tidak saya uraikan terinci, karena resikonya fatal. Dengan senjata Budi Suci, musuh bisa mati. Membunuh manusia merupakan dosa besar. Membunuh jin juga dosa dan membuat repot. Jin itu bisa dendam dan kadng-kadang secara mengeroyok membalas dendam. Jika yang dituju pengamal tidak apa-apa, tetapi jim kadang-kadang menyerang keluarga pengamal. Jika kita lengah melindungi keluarga, akan menjadi bencana.

Jadi pengamal tidak perlu bawa senjata. Pengamal dan yang beserta dia terbenteng, cukup dengan bergandengan dengan pengamal. Sayangnya penganal ini sulit diketahui, karena selalu berusaha menyembunyikan ilmunya. Kalimat amalan pertama berbunyi: Allahu Akbar 13x. Allahu Akbar min kulli kabiran. Allahu akdhomu min kulli adhiim. Allahu afwa min kulli  qawwi. Allahu althafu  min kulli latif. Allahu ajmalu min kulli jamil. Antaj’ala hisharan an yamini shitharan an shimali hijaban  wa amami husnan  wa khalfi difaan wa sitati, ruhi min ruhika  wa ruhi  malaikatika  wa ruhi nabiyin min anbiyaika wa ruhi waliyin min auliyaika anjilha fi  maqamiyal khamisah.

Caca dulu doa tawadhu, baru baca nalan benteng, lalu isikan ke masing-masing maqam, lalu simpan di qalby. Pada setiap maqam berhenti untuk berzikir 10 kali, lalu tekan, lalu menuju ke maqam berikutnya. Pada waktu di maqam jumjumah berniat: Niatku membentengi diri dari serangan musuh berupa apa saja: manusia, jin, setan, sihir, binatang buas dan lain-lainnya.

Penggunaannya cukup ambil dari simpanan, berniat, lalu baca la haula wal aquwwata illa billahil adhim. Untuk membentengi orang lain atau barang, cukup membuat lingkaran dengan pandangan mata fisik/batin atau tongkat rotan/lainnya di sekitarnya. Ini seperti yang dilakukan pada Dewi Shinta oleh iparnya dalam cerita pewayangan.

Demikianlah sepintas uraian tentang senjata benteng, mudah-mudahan ada manfaatnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: