TAKHALLI, TAHALLI DAN TAJALLI

Selain dengan amalan Budi Suci, ada cara lain untuk mensucikan diri yaitu dengan cara: Takhalli (pengkosongan diri dari sifat-safat tercela), Tahalli (menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji) dan Tajalli (tersingkapnya tabir). Lebih jelasnya simak dalam pembasan dibawah ini .
A. TAKHALLI
Tkhalli atau penarikan diri. Sang hamba yang menginginkan dirinya mensucikan diri haruslah menarik diri dari segala sesuatu yang mengalihkan perhatiannya dari Allah. Takhalli ini berat, karena terdiri dari mawas diri, pengekangan segala hawa nafsu dan mengkosongkan hati dari segala-galanya, kecuali dari diri yang dikasihi yaitu Allah SWT.
Sifat-safat tercela itu antara lain: mencintai dunia, tamak, ujub, riya’ takabur, sumaah, hasud, iri, dengki, penakut, mencuri, merampok, zina, minum minuman keras, penakut, pemalu,bohong, korupsi, menipu, khianat, suka membicarakan orang, pemarah, penjudi, menyakiti orang, pelit, sadis, menindas orang lain, aniaya, menuruti hawa nafsu dll. Semua ini harus dihilangkan dan diganti dengan sifat-sifat yang baik.
B. TAHALLI
Tahalli berarti berhias. Maksutnya adalah membiasakan diri dengan sifat dan sikap serta pebuatan yang baik. Berusaha agar dalam setiap gerak prilaku selalu berjalan diatas ketentuan agama, baik kewajiban luar maupun kewajiban dalam tau ketaan lahir maupun batin. Ketaatan lahir maksutnya adalah kewajiban yang bersifat formal, seperti sholat, puasa, zakat, haji, dan lain sebagainya. Sedangkan ketaatan batin seperti iman, ikhsan, dan lain sebagainya. Tahalli adalah semedi atau meditasi yaitu secara sistematik dan metodik, meleburkan kesadaran dan pikiran untuk dipusatkan dalam perenungan kepada Tuhan, dimotivasi bahana kerinduan yang sangat dilakukan seorang sufi setelah melewati proses pembersihan hati yang ternoda oleh nafsu-nafsu duniawi .
Tahlli merupakan tahap pengisian jiwa yang telah dikosongkan pada tahap takhalli. Dengan kata lain, sesudah tahap pembersihan diri dari segala sifat dan sikap mental yang baik dapat dilalui, usah itu harus berlanjut terus ketahap berikutnya, yaitu tahalli. Pada perakteknya pengisian jiwa dengan sifat-sifat yang baik setelah dikosongklan dari sifat-sifat buruk, tidaklah berarti bahw jiwa harus dikosongkan terlebih dahulu baru kemudian di isi dengan sifat baik. Akan tetapi, ketika menghilangkan kebiasaan yang buruk, bersamaan dengan itu pula diisi dengan kebiasaan yang baik.
Sifat-sifat yang baik itu antara lain adalah taubat, sabar, zuhud, qanaah, tawakal, cinta, makrifat, ridho,
mujahadah, syukur, suka bersedekah, mengeluarkan zakat, shalat, ikramul muslimin, suka ilmu dan dzikir, suka dakwah dan tablig.
C. TAJALLI
Setelah seseorang melalui dua tahap tersebut lalu masuk tahap ketiga yakni tajalli, seseorang hatinya terbebaskan dari tabir (hijab) yaitu sifat-sifat kemanusian atau memperoleh nur yang selama ini tersembunyi (Ghaib) atau fana segala selain Allah ketika nampak (tajalli) wajah-Nya.
Tajalli bermakna pencerahan atau penyingkapan dan terjadi penjelamaan, perwujudan dari yang tunggal. Sebuah pemancaran cahaya batin, penyingkapan rahasia Allah, dan pencerahan hati hamba-hamba saleh. Tajalli adalah tersingkapnya tirai penyekat dari alam gaib, atau proses mendapat penerangan dari nur gaib, sebagai hasil dari suatu meditasi. Ini merupakan proses penghayatan gaib yang merupakan anugerah dari Allah dan diluar usaha manusia.
Itulah cara lain mensucikan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan ridhoNya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: