Menyucikan diri menurut tarekat Naqsyabandi

Masing-masing tarekat mempunyai cara tersendiri untuk menyucikan diri. Menurut Ghazali, masing-masing kotoran mempunyai alat pembersih tersendiri. Getah dengan minyak tanah, lumpur dengan air dan sabun, air liur anjing dengan tanah, harta dengan zakat. Kotoran batin bisa dibersihkan dengan shalat, membaca Al Qur’an, haji, istighfar dan taubat.
Menurut tarekat Naqsyabandi manusia mempunyai 7 maqam, yaitu: atifatul qalby, latifatul Ruh, latifatul Sirri, lathifatul Khafi, lathifah Akhfa, lathifatul Nafsun Natiqoh, dan latifatul Kullu Jasad. Masing-masing maqam terisi sifat-sifat tertentu.
Setan yang menggoda manusia itu banyak dan mempunyai keahlian khusus, misalnya ahli membujuk orang jadi kafir, tamak, pemarah dan lain-lain. Mereka tinggal di maqam yang sesuai dengan keahliannya. Setan yang ahli mengobarkan hawa nafsu bertempat tinggal di maqam latifatul qalby, setan yang ahli membuat orang tamak bertempat di maqam lathifatul ruh dan seterusnya. Untuk membersihkan sifat jelek itu perlu dibacakan kata “Allah” sebanyak-banyaknya di maqam sifat jelek itu. Untuk membersihkan sifat tamak bacakan kata “Allah” pada maqam latifatul sirri paling tidak 1000 kali sehari secara istiqamah atau teratur. Rinciannya sebagai berikut:
1. Latifatul qalby, ditempati sifat menuruti hawa nafsu, sifat setan dan dunia, jika berhasil dibersihkan menjadi sifat iman, islam, tauhid dan makrifat.
2. Latifatul Ruh, berisi sifat tamak, rakus dan bakhil – jika berhasil dibersihkan menjadi bersifat qanaah.
3. Latifatul Sirri, berisi sifat pemarah, bengis, mudah emosi tinggi, penaik darah dan pendendam. Jika berhasil dibersihkan menjadi bersifat pengasih, penyayang, baik budi pekerti (akhlak yang mulia).
4. Lathifatul Khafi, berisi sifat 1. Busuk hati, 2. Munafik, dengan kandungan sifat nya yaitu; pendusta, mungkir janji, penghianat dan tidak dapat di percaya. Jika berhasil dibersihkan menjadi 1. Ridha, 2. Syukur, 3. Sabar, dan 4. Tawakkal.
5. Lathifah Akhfa, berisi sifat 1. Takbur, 2. Ria, 3. Ujub, 4. Suma’ah. Jika berhasil dibersihkan menjadi 1. Tawadduk, 2. Ikhlas, 3. Sabar, 4. Tawakkal.
6. Lathifatul Nafsun Natiqoh, berisi sifat banyak khayal dan angan – angan, oleh karena itu kikislah sifat tersebut dengan berdzikir secara ikhlas pada tempat ini, agar berganti dengan sifat muthma’innah, yaitu sifat dan nafsu yang tenang.
7. Latifatul Kullu Jasad, berisi sifat 1. Jahil 2. dan lalai. Seseorang yang dzikirnya ikhlas pada tempat ini dapat menimbulkan sifat: 1. Ilmu 2. dan amal yang di ridhai oleh Allah Swt.
Jika diri manusia memiliki sifat baik, barulah ia bisa dekat dengan Allah. Jika manusia dekat dengan Allah, semua keinginannya dipenuhi sebelum manusia minta. Ibaratnya orang karib dengan pemilik kebun jagung, ia akan dikirimi jagung bila minta. Allah itu Maha Suci, hanya dapat didekati oleh orang suci.
Demikianlah cara penyucia diri menurut tarekat Naqsyabandi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: