Maulid Nabi Muhammad saw

Pelajaran yang bias dipetik darinya:

  1. Sadar lewat beliau kita  faedah  peringatan dan kabar gembira beliau. Beliau risau dan memperhatikan nasib umatnya, bukan hanya di dunia, tapi juga sampai di akhirat kelak.
  2. Sadar bahwa beliau telah mengangkat harkat kaum wanita dan anak-anak yatim serta para budak.
  3. Ingat kembali segala ucapan dan tindakannya yang penuh kasih sayang. Kita menjadi mencintai beliau, menaati syari’at yang dibawanya, dan meneladani akhlaq terpuji yang menghiasi dirinya sehari-hari. Perayaan seperti itu dibolehkan, guna mengingat kembali sirah perjuangan Rasulullah SAW, kepribadian beliau yang agung, dan misi yang dibawa beliau kepada alam semesta. Mengingat nikmat Allah adalah sesuatu yang disyari’atkan, terpuji, dan memang diperintahkan. Allah SWT. Saat beliau dilahirkan, singgasana Raja Kisra terjungkal. Di belahan bumi lainnya, api abadi sesembahan kaum Persia yang selama ribuan tahun tak pernah redup, tiba-tiba mati begitu saja. Di kemudian hari, bahkan Rasulullah SAW sendiri memperingati Maulid-nya, dengan berpuasa di hari Senin, hari saat beliau dilahirkan.
  4. Kita sadar bahwa beliau adalah rahmat Allah yang dihadiahkan untuk kita. Dari sini pula muncullah kecintaan dan ketaatan di hati kepada beliau sebagai tanda keimanan.
  5.  Berbagai aktivitas kebaikan dilakukan di dalamnya. Melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, memperdengarkan riwayat hidup Nabi yang sarat keteladanan, membaca shalawat bersama, menyampaikan nasihat-nasihat agama untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, hingga menyediakan hidangan makanan untuk memuliakan para tamu dan sebagai ungkapan rasa suka cita bersama dalam mengenang hari yang amat mulia.
  6. Berkeinginan kuat untuk keluar dari segala nafsu serta segala keangkuhannya. Nafsu adalah perusak segala ketaatan. Seseorang akan menolak kebenaran yang sebenarnya dia ketahui, enggan untuk mendengar nasihat, karena merasa bersih dan berilmu. Semua itu karena nafsu. Rasa cinta kepada Rasulullah SAW  akan mennndorong kita mengikuti seluruh ajaran yang beliau bawa.
  7. Siap untuk mengorbankan jiwa dan raga, zhahir dan bathin, untuk membela agama seperti beliau. Guru dengan ilmunya, yang kaya dengan hartanya, yang miskin dengan tenaga dan doanya, para pejabat dengan jabatannya, dan seterusnya pada setiap profesi yang dijalani masing-masing, harus berpadu padan dalam berkorban, sebagai ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW.  Muhammad dari rahim suci seorang ibu bernama Aminah. Hari itu tepatnya tanggal 12 Rabi’ul Awal, tahunnya kemudian dikenal dengan Tahun Gajah.
  8. Kita ingat kembali bahwa minuman keras dilarang, karena merusak akal dan pikiran, kejahiliyahan perlu diperangi dan dimusnahkan.
  9. Kita sadar kita telah kembali kepada kegelapan, meninggalkan ajaran-ajaran agama yang telah menyelematkan kaum terdahulu dari kebinasaan. Kerusakan semakin menjadi-jadi. Minuman keras disahkan, aurat wanita dipertontonkan, kezhaliman merajalela di sana-sini. Yang kuat memeras dan menghancurkan yang lemah. Ajaran Allah tidak dihiraukan, bahkan ditinggalkan. Orang-orang yang mencintai Allah dicemooh dan mendapatkan banyak tentangan, atau minimal banyak yang tidak menghiraukan ajakannya.

 Semoga dengan maulid Nabi pelajaran yang jernih bagi umat dalam mengenal sosok Nabi Muhamammad SAW. Agar kemudian umat mendapatkan keberkahannya, meraih cintanya, meneladani akhlaqnya, hingga akhirnya kelak beroleh syafa’atul ‘uzhma, syafa’at teragung.

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: